Cara bergabung

Per Mariam ad Iesum

Tentang

Lahir dari satu ruangan di Dublin, kini hadir di seluruh dunia.

Legio Maria adalah perkumpulan kerasulan awam Katolik. Umat biasa melayani Gereja dan sesama, dengan restu Gereja dan di bawah bimbingan Maria.

Apa itu Legio Maria

Menjadi kudus lewat doa dan karya.

Tujuan Legio Maria adalah kemuliaan Allah melalui kekudusan para anggotanya. Kekudusan itu dikembangkan lewat dua hal yang tak terpisahkan: doa, dan kerja sama aktif dalam karya Maria dan Gereja.

Setiap anggota aktif menjalankan tugas kerasulan mingguan, biasanya berdua: mengunjungi keluarga, orang sakit di rumah dan rumah sakit, umat yang lama tidak ke gereja, serta membantu karya pewartaan paroki. Salah satu prinsip dasarnya adalah menjalin kontak dengan setiap jiwa.

Legio selalu berkarya di bawah pastor paroki dan uskup. Setiap presidium didampingi seorang pembimbing rohani. Legio tidak memberi bantuan materi; pelayanannya adalah pelayanan rohani.

Sejarah

Seabad lebih, dari Dublin ke seluruh dunia.

Dalam dekade pertama, Legio meneguhkan diri di Irlandia dan Britania. Setelah itu ia menyebar ke Amerika, India, Australia, Afrika, Eropa, dan Asia.

  1. 1921

    Pertemuan pertama pada 7 September di Myra House, Dublin. Frank Duff, Pastor Michael Toher, dan sekelompok perempuan Katolik membentuk presidium pertama.

  2. 1933

    Presidium pertama di benua Afrika berdiri di Calabar, Nigeria, tepat pada ulang tahun ke-12 Legio.

  3. 1934

    Mary Duffy diutus ke Amerika Utara dan selama 12 tahun mendirikan presidium di Amerika Serikat dan Kanada.

  4. 1936

    Edel Quinn tiba di Mombasa sebagai utusan ke Afrika Timur, lalu membawa Legio ke Uganda, Tanzania, Malawi, dan Mauritius.

  5. 1953

    Alfie Lambe yang baru berusia 21 tahun diutus ke Amerika Selatan, menyusul Joaquina Lucas yang sudah berkarya di sana sejak 1946.

  6. 1963

    Joaquina Lucas diutus ke Jepang, Indonesia, dan Korea hingga 1965.

  7. 1980

    Frank Duff wafat pada 7 November, setelah hampir 60 tahun memimpin perkembangan Legio ke seluruh dunia.

  8. 2021

    Legio Maria merayakan seabad berdirinya. Paus Fransiskus menganugerahkan indulgensi penuh untuk tahun yubileum.

Spiritualitas

Kepada Yesus melalui Maria.

Spiritualitas Legio berakar pada Bakti Sejati kepada Maria dari St. Louis-Marie de Montfort, yaitu penyerahan diri secara total kepada Yesus melalui Maria. Frank Duff pernah menganggap buku itu nyaris tak masuk akal, sampai ia membacanya berulang kali dan yakin bahwa isinya benar.

Legio juga dibangun di atas ajaran tentang Tubuh Mistik Kristus. Legioner berusaha melihat dan melayani Kristus dalam diri sesama anggota dan dalam diri setiap orang yang mereka kunjungi.

Setiap hari, setiap legioner di seluruh dunia mendaraskan Catena Legionis, “rantai Legio” yang berpusat pada Magnificat. Satu doa yang sama mengikat jutaan orang di sekitar 170 negara.

Baca Tessera, doa-doa Legio

Struktur

Dari paroki Anda sampai Dublin.

Setiap presidium terhubung dengan dewan-dewan di atasnya. Itulah sebabnya Legio bisa sama di mana pun Anda berada.

  1. Presidium

    Satuan dasar di paroki. Bertemu setiap minggu dan membagikan tugas kerasulan.

  2. Kuria

    Dewan yang membina beberapa presidium dalam satu wilayah.

  3. Komisium

    Dewan di atas beberapa kuria, biasanya setingkat kota atau keuskupan.

  4. Regia

    Dewan untuk wilayah yang lebih luas.

  5. Senatus

    Dewan tingkat nasional atau regional besar, terhubung langsung dengan Konsilium.

  6. Konsilium

    Concilium Legionis Mariae, dewan pusat Legio sedunia yang bertemu setiap bulan di Dublin.

Keanggotaan

Dua cara utama untuk ambil bagian.

Anggota aktif
Hadir dalam pertemuan mingguan presidium dan menjalankan sekitar dua jam tugas kerasulan setiap minggu. Setelah masa percobaan, anggota berusia 18 tahun ke atas mengucapkan Janji Legioner yang ditujukan kepada Roh Kudus. Ada juga presidium untuk yunior (8–12 tahun) dan intermedier (13–18 tahun).
Anggota auksilier
Mendukung Legio lewat doa harian yang dipersembahkan atas nama Legio, termasuk Rosario, tanpa perlu hadir di rapat. Anggota yang ingin melangkah lebih jauh bisa menjadi adjutorianatau praetorian, dengan Misa dan Komuni harian serta doa ofisi.

Tokoh

Wajah-wajah Legio.

Mereka orang awam biasa, banyak di antaranya dengan kesehatan yang rapuh, yang menanam Gereja di tiga benua.

Hamba Allah · Pendiri

Frank Duff

1889–1980

Pegawai negeri di Dublin yang imannya diperdalam lewat pelayanan kepada orang miskin di Serikat St. Vincentius a Paulo. Ia menulis hampir seluruh Buku Pegangan Legio dan menjadi peninjau awam di Konsili Vatikan II.

Venerabilis · Utusan ke Afrika Timur

Edel Quinn

1907–1944

Ia gagal masuk biara karena TBC, tetapi tetap berangkat ke Afrika sebagai utusan Legio dan meninggalkan ratusan presidium. Paus Yohanes Paulus II menyatakannya Venerabilis pada 1994.

Hamba Allah · Utusan ke Amerika Selatan

Alfie Lambe

1932–1959

Ia berkarya di Kolombia, Ekuador, Argentina, Uruguay, dan Brasil. Ia merekrut anak penyemir sepatu, mahasiswa, dan orang kaya, dan selalu meminta “kasus yang paling tanpa harapan” di paroki. Ribuan legioner masih memperingatinya setiap 21 Januari.

Perintis Legio di Nigeria

Michael Ekeng

wafat 1958

Ia pernah diperbudak dan menebus kebebasannya sendiri. Ia pernah menempuh perjalanan kano dan sepeda puluhan mil sambil berpuasa demi menghadiri rapat Legio dan menerima Komuni.

Utusan Legio dari Filipina

Joaquina Lucas

wafat 1988

Ia anggota pendiri presidium pertama di Manila. Ia menjadi utusan ke Amerika Latin, Portugal, lalu Jepang, Indonesia, dan Korea, dan termasuk utusan Konsilium yang paling lama mengabdi.